Alvian Pramana Kembali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Rasman Alwi Anggap Sudah Kelewatan

0 Komentar


Selayar,  Newsline.idTerlapor kasus penipuan di Kepulauan Selayar Alvian Pramana kembali mengecewakan lantaran selalu mangkir dari panggilan polisi.

Dari informasi yang dihimpun newsline.id, pemanggilan pertama terhadap terlapor untuk tahap penyidikan telah dilakukan sejak tanggal 15 Januari 2020. Selanjutnya dilakukan pemanggilan kedua pada tanggal 5 Februari.

Namun demikian, Alvian Pramana selalu mangkir, tidak pernah mengindahkan surat panggilan yang dilayangkan oleh Polres Kepulauan Selayar.

Rasman Alwi selaku selaku pihak yang dikorbankan sekaligus pelapor atas kasus yang menyeret pengusaha asal Jakarta itu mengaku geram.

Menurutnya, Alvian Pramana seharusnya lebih kooperatif dan menghargai upaya yang dilakukan oleh Polres Kepulauan Selayar sehingga bisa memberikan keterangan bila mana dirinya merasa tidak bersalah dalam kasus yang telah merugikan banyak pihak termasuk masyarakat Kepulauan Selayar yang telah menjual tanahnya.

“Ini sudah kelewatan, Pak Alvian Pramana tidak pernah menghargai upaya kepolisian. Sudah dua kali dilakukan panggilan di tahap penyidikan tapi tidak pernah hadir,” ujar Rasman Alwi saat dikonfirmasi melalui via whatshapnya dengan nada kesal, Kamis (06/02/2020).

Pria yang akrab disapa Aco menjelaskan bahwa kasus yang telah mengorbankan dirinya Milyaran rupiah itu, Ia serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. Pihaknya percaya kerja – kerja kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut.

“Saya serahkan langkah apa yang terbaik karena sejak awal saya selalu mempercayai institusi kepolisian,” cetusnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap persoalan ini segera mungkin dapat menemukan titik penyelesaian karena masyarakat yang ikut dikorbankan bisa mendapatkan haknya.

“Banyak masyarakat yang menjadi korban. Semoga masyarakat selayar bisa mendapatkan hak – haknya karena mereka membutuhkan biayai untuk pengobatan, dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.

“Saya juga merasa sedih, mestinya pak Alvian menghargai panggilan kepolisian yang sudah dua kali dilayangkan di tahap penyidikan,” pungkas Rasman Alwi.

Sementara, warga yang telah menjadi korban atas penjualan tanah miliknya, kini hanya bisa berharap kepada pengusaha asal Jakarta itu untuk melunasi sisa pembayaran penjualan tanahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Alimuddin (55) saat dikonfirmasi newsline.id, Minggu (02/02/2020) lalu.

Warga Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu ini mengaku kesal lantaran sekian lama tanahnya terjual namum hingga saat ini belum dilunasi oleh Alvian Pramana.

Alimuddin menjelaskan bahwa telah menjual tanahnya sebanyak 4 hektare yang terletak di sekitar Kawasan Bukit Nane, Desa Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.

“Iya pak, belum dibayar lunas padahal waktu perjanjiannya sudah lama. Baru panjarnya atau tanda jadinya yang dibayar,” ungkap Alimuddin.

Sementara itu, kata dia, surat keterangan tanah miliknya telah dipegang oleh Alvian Pramana namun tanah yang semestinya terjual 900 juta itu hingga hari ini baru 90 Juta yang dibayar.

“Jadi pembayaran pertama itu sebanyak 75 Juta. Kemudian saya minta lagi tambahan pada bulan April sebanyak 15 juta. Semua baru
90 Juta dikasi padahal perjanjiannya 900 juta,” ujarnya.

Dengan demikian, pria paru baya ini berharap kepada Alvian Pramana untuk segera melunasi sisa pembayaran tanahnya. Sebab, Ia berharap dengan uang hasil penjualan tanah itu akan menunaikan salah satu rukun Islam.

‘Mudah-mudahan pak Alvian bisa lunasi cepat  karena itu uang mau kita pake. Harapan kita kalau sudah dibayar uang itu bisa dipake naik haji sama istri,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang Warga Desa Kayuadi yang juga curhat atas tidak kooperatifnya terlapor Alvian Pramana atas dugaan penipuan jual beli tanah di Selayar.

Sirajuddin mengaku sangat kecewa dengan ulah terlapor yakni Alvian Pramana. Bagaimana tidak, sampai detik ini tidak ada kabar baik diterima warga yang telah menjadi korban terkait sisa pembayaran atas tanah yang dijualnya.

Sirajuddin mengaku hingga saat ini belum mendapatkan sisa pembayaran. Sementara, Surat Keterangan Tanah (SKT) telah diambilnya dengan alasan peningkatan status tanah menjadi sertifikat di Badan Pertanahan Negara (BPN) Selayar.

“Belum pi dilunas pak, sampai sekarang saya masih menunggu pelunasannya dari pak Alvian yang telah membeli tanahku, padahal kita sangat butuh sekali dana ini pak,” ungkap Sirajuddin saat dikonfirmasi newsline.id lewat via telepon, Jumat (31/1/2020) kemarin lalu.

“Surat tanahnya ada sama dia, dia yang pegang, saya hanya pegang bukti kuitansi panjar penjualan tanah, itupun yang datang bawa uang pak Rasman Alwi langsung, tapi yang diakta disaksikan notaris itu tertulis nama pak Alvian,” lanjutnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang telah merugikan dirinya sebagai pemilik tanah.

“Mudah-mudahan ini kasus bisa cepat selesai Pak dan uang pelunasan tanah kami bisa cepat didapat,” pungkas Sirajuddin.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Rasman Alwi di Polres Kepulauan Selayar pada tanggal 10 September lalu atas dugaan penipuan.

Atas laporan itu, pihak Penyidik Polres Kepulauan Selayar juga telah dua kali melakukan pemanggilan terhadap terlapor Alvian Pramana (AP). Surat panggilan pertama dilayangkan pada tanggal 14 Oktober dan panggilan kedua pada tanggal 1 November 2019. Namun, pihaknya (Alvian Pramana) selalu mangkir.

Sampai saat ini, terlapor atas nama Alvian Pramana telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan oleh Polres Kepulauan Selayar.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) teranggal 06 Januari 2020 yang ditujukan kepada Rasman Alwi. Namun sayangnya, terlapor dianggap tidak kooperatif karena selalu mangkit dari panggilan kepolisian selama ini.


Tulisan ini berasal dari redaksi newsline.id

0 Komentar